Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa Mengadakan Konferensi Pers Terkait Kasus Penganiayaan Mahasiswa

SERANG.RUJUKANNEWS.COM,  JAKARTA- Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa siang tadi mengadakan Konfrensi pers terkait Penganiaan terhadap aktifis mahasiswa pada saat aksi berantas mafia pada tanggal 8 November 2019 , yang acaranya diadakan di Kantin Ammar Jalan Utan Kayu Raya Jakarta Timur.

Tampak hadir sejumlah mahasiswa dari beberapa Universitas seperti Universitas Islam Jakarta, Universitas Mputantular, Universitas Islam Attahiriah, Universitas Az Zahra dan Universitas Indraprasta yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa menghadiri acara Konfrensi Pers terkait pengusutan penganiayaan mahasiswa

Dalam Konsfrensi Pers nya yang di koordinatori oleh Ayaturrahman selaku aktifis mahasiswa dan juga sebagai korban penganiayaan dia mengatakan, “Saya meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan yang terjadi terhadap saya pada saat aksi berantas mafia pada tanggal 8 November 2019, sehingga saya mengakibatkan luka / sobek di bagian dagu” ucap Ayaturrahman.

Kemudian Ayaturrahman juga mengatakan, “terkait kebijakkan-kebijakkan baik dari Pemerintah seperti Kementrian, Presiden ataupun Gubernur, Bupati dan seterusnya itu harus mampu menjawab kepentingan masyarakat. Karena kehadiran Pemerintah adalah untuk menjadi penterjemah kepentingan masyarakat, “ujarnya.

Lanjut Ayaturahhman, “Yang di sayangkan kemarin adalah waktu aksi melakukkan protes terhadap Kepala BKPM Bahlil Lahadalia waktu itu kami dijegal oleh beberapa Preman yang tidak kami kenal, kami mengharapkan kepada pemerintah khususnya kepada apparat kepolisian untuk melakukkan tindakkan cepat, reaksi terhadap aksi premanisme apalagi sampai kejadian kemarin pada tanggal 8 November 2019,”jelasnya

Doni Manurung selaku aktifis mahasiswa Mputantular menambahkan,”Sudah di jelaskan oleh teman kami, Ayaturrahman pada intinya Kami dari aktifis tidak akan tinggal diam kita harus melawan. Kami datang untuk berdemontrasi untuk berbicara kepada Kepala BKPM yang baru dengan tujuan yang baik.kami ingin mengingatkan bahwa Bapak kebijakkan Bapak tidak Pro masyarakat, tolong di pertimbangkan kembali, baru di lantik dan baru juga mau di kritik sudah melakukan refresi , ini bukan orde baru tetapi era informasi public, kami meminta kepada pihak kepolisian bahwa kami akan terus mengawal laporan ini sampai tuntas dan laporan ini kami buat di Polda Metro Jaya” Tegas Doni.

Diakhir Konfressi persnya Ayaturrahman.membacakan tuntutannya dihadapan para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa yang pertama meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas penganiayaan terhadap aktifis mahasiswa pada saat aksi berantas mafia nikel pada tanggal 8 November 2019, Kedua meminta Bahlil Lahadalia untuk mundur dari BKPM karena sudah mengeluarkan kebijakan yang merugikan kepentingan masyarakat dan negara, Ketiga meminta presiden RI untuk mempertimbangkan kembali Bahlil Lahadalia sebagai kepala BKPM.

(Di/dd)