Siswa Bullyan Pembawa Emas Untuk Indonesia

SERANG.RUJUKANNEWS.COM, SERANG – Firli Rizki Nur Adha, mantan siswa SMKN 2 Kota Serang yang pernah menjadi juara mewakili Indonesia pada Lomba Electrical Installation, Worldskills Asia 2018, di Thailand serta Abu Dhabi, ternyata adalah seorang siswa yang pernah putus asa, karena menjadi bahan bullyan teman sekelas.

Namun, motivasi dirinya ingin bisa membuat robot menjadi satu alasan masih bertahan di SMKN 2 Kota Serang.

Firli Rizki menceritakan, sewaktu pertama kali sekolah di SMKN 2 Kota Serang pada tahun 2014, benar-benar merasakan kesepian. Bahkan, kata dia, pernah hampir pindah sekolah. Namun tidak jadi, karena tak diperbolehkan orang tuanya.

“Saya dulu waktu sekolah, kaya benar milih-milih teman. Bahkan saya kesepian, dan sering diajak bolos sekolah serta tawuran. Kalau tidak mau, saya kena ancam digebukin. Bahkan saya pun, pernah kepikiran mau pindah sekolah. Karena banyak yang mengajak tawuran, serta tidak betah. Cuma pas kelas 1, Pak Adi Wakasek Hubungan Industri membangkitkan kembali semangat saya untuk belajar,” ungkap Firli saat ditemui di BBLKI, Jalan Raya Serang-Pandeglang, Selasa (12/11/2019).

Pada saat itu, Firli mengaku,  setelah mendapatkan motivasi dari salah satu guru di SMKN 2 Kota Serang, dirinya pun mulai serius untuk belajar dan tak lagi bersantai-santai.

“Saya terus belajar. Ngumpulin uang buat beli alat Multi Tester,” jelasnya.

Akhirnya tahun berganti, jerih payah Firly terbayarkan pada 2015. Saat dirinya memasuki kelas 3 SMK. Ia mengikut lomba  LKS Listrik tingkat Kota Serang pada bulan Maret 2016, dan berhasil meraih juara ke-1.

Tak sampai disitu, kesunyian dan Bullyan Firli yang pernah dialami pada saat kelas 1 SMK. Ia balaskan dengan terus meraih prestasi. Bahkan setelah tingkat Kota Serang, ia mengikuti lomba tingkat Provinsi Banten dengan melawan 8 Kabupaten Kota, di daerah Kabupaten Lebak.

“Awalnya saya grogi, karena semua peserta memakai obeng untuk membolongi skrup se-dalam 3 CM. Sedangkan saya hanya manual.  Namun hal itu, tidak saya hiraukan. Saya pun terus berusaha, dan akhirnya bisa membawa pulang mendali Emas untuk Kota Serang,” katanya.

Tiga minggu berlalu di 2016, Firly Rizki terpilih sebagai wakil dari Banten untuk melawan peserta Se-Indonesia, dari 33 Provinsi.

“Karena saya suka tantangan, makanya saya terus hadapi. Walaupun pada saat mengikuti lomba tingkat Nasional, di daerah Malang. Saya nginep di rumah-rumah penduduk dan setiap subuh bangun untuk solat subuh serta jalan-jalan ke sawah,” ucapnya.

Walaupun begitu, Firli sempat merasakan kecewa. Karena gagal membawa pulang Emas untuk Banten. Karena harus meraih Juara 2 tingkat Nasional. “Ya walaupun saya mengecewakan, karena juara 2. Karena nilainya tidak sampai 95. Tapi yasudah, saya sudah berusaha,” akunya.

Kemudian kekecewaan Firli itupun terbalaskan, dengan mendapatkan undangan untuk mewakili Indonesia dalam lomba Word Skill tingkat Asia di Abu Dhabi.

“Tidak nyangka saya bisa melihat menara tertinggi di Dunia. Dengan berbekalan peralatan yang minimalis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerja sama dengan Industri. Saya yang Pesimis untuk menang, serta mengalahkan 17 Negara. Akhirnya bisa membawa pulang mendali emas, untuk Indonesia, Banten maupun Kota Serang. Saya berhasil mengalahkan China dan Malaysia yang berada di posisi kedua,” tegasnya.

Diketahui, di akhir pembicaraan Firli berpesan. Untuk setiap siswa maupun pelajar jangan menyerah dalam meraih prestasi.  “Hiraukan Bullyan dari siapapun. Tunjukan kalau kita mampu berprestasi,” tandasnya.

(Oman).